jasa service genset | jasa perbaikan genset | overhaul genset cirebon#brebes#indramayu#karawang#subang#tegal#cikampek

JASA SERVICE GENSET

SERVICE GENSET AND OVERHAUL

serviceindonesia.blogspot.com adalah jasa perbaikan atau service genset, UPS, overhaul genset / engine & Mesin Kapal . Berlokasi di Bekasi dengan team yang solid dan paham akan perkembangan mesin genset, Kami akan senantiasa berkomitmen mengakomodasi setiap kebutuhan Anda. Karena itulah, client kami berasal dari beragam latar belakang, dari personal user, perusahaan dan instansi pemerintah


Layanan Perbaikan Genset Cirebon | Tegal | Indramayu | Subang | Cikampek | Karawang

Menerima Layanan Jasa Service Genset Cirebon | Tegal | Indramayu | Subang | Cikampek | Karawang

Layanan Perbaikan Genset Cirebon | Tegal | Indramayu | Subang | Cikampek | Karawang

Menerima Jasa Perbaikan | Service | Overhaul Pada Genset Anda dalam berbagai Jenis

Jasa Overhaul Genset Cirebon | Tegal | Indramayu | Subang | Cikampek | Karawang

Jasa Overhaul Genset Cirebon | Tegal | Indramayu | Subang | Cikampek | Karawang.

Layanan Perbaikan Genset Cirebon | Tegal | Indramayu | Subang | Cikampek | Karawang

Kami Menerima Layanan Jasa Perbaikan | Service | Overhaul Pada Genset Anda.

Layanan service Genset Cirebon | Tegal | Indramayu | Subang | Cikampek | Karawang

Serahkan Kepada Kami ahlinya di berbagaimacam Alat berat dan juga kerusakan pada genset anda.

Kabar Gembira Buat kamu yang ga sengaja kunjungi Blog ini !!!

jarang-jarang kamu bisa nemuin Harga SOUVENIR se Murah ini..

karena ini kami buat sengaja buat kamu yang ga sengaja berkunjung ke Blog kami dengan ulasan kami selain dari ulasan souvenir

Nah buat kamu yang tertarik dengan Harga-harga souvenir kami, bisa langsung hubungi whatsapp kami di 081296650889 atau 081382658900

caranya screenshoot atau sertakan link url souvenir yang kamu minati pada blog ini, kirimkan kepada kami di nomer yang sudah tertera dia atas

tanpa screenshoot atau link blog kami, kemungkinan kami akan memberikan harga jual yang ada pada toko kami yang cenderung lebih tinggi tentunya

Senin, 31 Desember 2018

Saatnya Membudayakan Kebun Keluarga

Saatnya membudayakan kebun keluarga -  Anda niscaya mengenal atau paling tidak mendengar istilah Toga dan Taga. Dua istilah ini terkenal di kalangan organisasi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di desa atau kelurahan. Toga abreviasi dari Tanaman Obat Keluarga sedangkan Taga akronimTanaman Keluarga.

Anda niscaya mengenal atau paling tidak mendengar istilah Toga dan Taga Saatnya Membudayakan Kebun Keluarga
Inilah salah satu hasil kebun keluarga yang tak sanggup dianggap sepele (matrapendidikan.com)

Tanaman keluarga biasanya diterapkan dalam bentuk kebun keluarga.  Kebun keluarga pada prinsipnya ialah bagaimana memanfaatkan lahan kosong di sekitar pekarangan rumah sehingga menjadi lahan produktif dan bernilai guna.

Apalagi dalam kondisi ekonomi keluarga yang semakin berat menyerupai ketika ini. Dengan budaya kebun keluarga dibutuhkan kebutuhan harian, terutama materi dapur sanggup terpenuhi tanpa mengeluarkan uang.

Dari segi pendidikan, kebun keluarga merupakan salah satu upaya penanaman abjad pada anak di lingkungan keluarga. Selain itu, kebun keluarga menjadi laboratorium bagi anak untuk praktik materi pelajaran di sekolah. Misalnya mata pelajaran IPA dan Keterampilan Pertanian.

Anda niscaya mengenal atau paling tidak mendengar istilah Toga dan Taga Saatnya Membudayakan Kebun Keluarga
Cabai besar di kebun keluarga (matrapendidikan.com)

Pemanfatan lahan di sekitar rumah

Kebun keluarga merupakan konsep hidup keluarga yang memanfaatkan lahan pekarangan sebagai kebun milik keluarga. Kebun ini terdapat di sekitar rumah yang ditanam dengan banyak sekali materi dan bumbu dapur, buah serta sayur mayur.

Bahan bumbu dapur di kebun keluarga sanggup ditanami dengan cabai keriting, cabai rawit, cabai besar, ruku-ruku, kunyit, jahe, dan lain sebagainya. Sedangkan buah yang sanggup ditanam antara lain tomat dan buah naga. Sedangkan sayuran yang terkenal ialah bayam dan singkong.

Konsep kebun keluarga sanggup dipadukan dengan konsep Toga. Di samping tanaman bahan/bumbu dapur, buah dan sayur juga sanggup diselipkan tanaman herbal. Tanaman herbal ini berfungsi untuk mencegah dan mengobati penyakit ringan anggota keluarga.

Anda niscaya mengenal atau paling tidak mendengar istilah Toga dan Taga Saatnya Membudayakan Kebun Keluarga
Cabai keriting yang masih muda (matrapendidikan.com)

Contoh tanaman herbal ditanam di kebun keluarga ialah daun kumis kucing, daun betadin dan masih banyak yang lainnya.

Nah, kini coba anda gunakan hitungan matematika terhadap hasil kebun keluarga. Anda butuh cabai keriting untuk memasak dan dikebun keluarga sudah tersedia sehingga tinggal dipetik. Kalau anda beli, untuk sekali atau dua kali memasak, berapa harga dan uang yang harus dikeluarkan?

Anda niscaya mengenal atau paling tidak mendengar istilah Toga dan Taga Saatnya Membudayakan Kebun Keluarga
Tomat sebagai buah sekaligus bumbu masak (matrapendidikan.com)

Begitu pula untuk hitungan buah dan sayur untuk mengimbangi buah dan sayur yang biasa anda beli di pasar. Selanjutnya, tanaman daun betadin untuk obat luka dan kumis kucing untuk obat batuk, masuk angin dan lain sebagainya..

Barangkali, sudah saatnya untuk membudayakan kebun keluarga dalam rangka pemanfaatan pekarangan atau lahan kosong di sekitar rumah. Mulai dari diri sendiri, dari lingkungan keluarga, dari hal terkecil dan dari sekarang. Semoga dengan membaca artikel ini anda termotivasi untuk berkreasi di kebun keluarga.  

Sabtu, 29 Desember 2018

Renungan Kecil Perihal Pedagang Di Pasar Tradisional

Renungan kecil perihal pedagang di pasar tradisional – Ketika anda berbelanja ke pasar tradisional, anda mampir di daerah orang jual sayur dan bumbu masak. Mungkin anda melihat ibu-ibu membentang sayuran atau materi bumbu dapur. Kemudian anda juga pergi ke toko kelontong, toko emas, toko pakaian dan sebagainya di sekitar pasar tradisional tersebut

Renungan kecil perihal pedagang di pasar tradisional Renungan Kecil Tentang Pedagang di Pasar Tradisional
Pedagang di pasar tradisional (pixabay.com)

Bisa jadi anda juga mampir di toko elektronik yang menjual aneka alat elektronik ibarat TV, tape recorder, receiver, dan lain sebagainya. Begitu pula toko toko gadget yang menyediakan aneka gadget ibarat HP, laptop, komputer, dan lain sebagainya.. 

Apa yang anda pikirkan sehabis kembali dari daerah berbelanja tersebut?

Anda mungkin lebih tergiur dengan suasana dalam toko ketimbang suasana los pasar. Soalnya barang-barah glamor dan menarik disediakan disana. Dan, sebaliknya mungkin juga ada di antara anda justru menjadi kagum dengan ibu-ibu penjual sayur dan bumbu masak di los pasar.

Kenapa kagum?

Anda melihatnya dari sudut pandang laiin. Sayuran dan bumbu masak boleh dikatakan barang dagangan yang rendah modalnya. Bahkan tidak pakai modal sedikitpun alasannya ialah semua itu sudah tersedia di kebun atau pekarangan rumah mereka sendiri. 

Petani sekaligus pedagang ini tinggal petik dan menjualnya ke pasar tradisional ketika hari pasar datang.

Umumnya mereka tak berpikir rumit. Jika sayuran dan bumbu masak tersebut tidak laris, pedagang membawanya pulang kembali dan menunggu hari pasar berikutnya. Bahan sayuran yang sudah layu akan diberikan kepada orang lain tanpa dibeli atau bahkan membuangnya alasannya ialah tak mungkin dijual lagi.

Bila sayuran dan bumbu dapur laris, pedagang akan senang dan bahagia. Uang yang diterima sudah niscaya menjadi milik sendiri dan dipakai sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Paling hanya menyetor harga beli kepada tengkulak. Tidak memikirkan sewa daerah berdagang,  tidak memikirkan setoran kepada pihak lain..

Tentu akan berbeda dengan pedagang yang berdagang di toko. Sewa toko harus dipikirkan dan setoran kepada pemilik modal harus dikeluarkan. Bersyukurlah bagi yang memiliki toko dan modal sendiri. 

Hasil penjualan barang dagangan yang diperoleh hanya untuk diri sendiri, kira-kira sama dengan pedagang sayur dan materi bumbu di los pasar.

Ilustrasi di atas menawarkan bahwa apa pun perjuangan ekonomi yang dijalankan seseorang, yang penting ialah bagaimana menekuni dan mensyukurinya. Riski itu bukan perkara jumlah melainkan keberkahannya. Juga bukan perkara level usahanya.
Demikianlah sekadar ide perihal lika liku kehidupan di pasar untuk materi renungan menuju rasa syukur kepada Allah SWT.